Peninjauan Lapang dan Identifikasi Potensi Sumber Daya Air Alternatif untuk Irigasi Lahan
Kabupaten Tegal – Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian (BRMP Agroklimat) melakukan peninjauan lapangan dan identifikasi potensi sumber daya air alternatif untuk mendukung keberlanjutan usaha tani di wilayah sekitar Bendung Cipero, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRMP Agroklimat dalam menyediakan rekomendasi teknis berbasis data untuk mendukung modernisasi pengelolaan sumber daya air pertanian.
Bendung Cipero merupakan infrastruktur irigasi yang telah dibangun sejak masa kolonial Belanda dan selama ini berperan penting dalam mengairi sekitar 7.000 hektare lahan pertanian di Kecamatan Warureja dan Suradadi. Namun, akibat kerusakan yang terjadi karena banjir dan luapan air yang berulang, bendung tersebut saat ini tidak dapat berfungsi secara optimal. Kondisi ini menyebabkan pasokan air irigasi ke lahan pertanian terganggu sehingga banyak areal sawah mengalami kesulitan untuk melakukan penanaman.
Sebagai langkah antisipatif, tim BRMP Agroklimat melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sementara pasokan air dari Bendung Cipero. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah pengukuran geolistrik guna mendeteksi keberadaan akuifer atau lapisan pembawa air tanah yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi.
Pengukuran geolistrik dilaksanakan di dua desa yang berada di Kecamatan Warureja, yaitu Desa Sidamulya dan Desa Kedungjati. Kedua lokasi dipilih sebagai titik awal kajian untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan dan potensi sumber daya air tanah di kawasan terdampak.
Berdasarkan hasil interpretasi data geolistrik, tidak ditemukan akuifer produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif. Nilai tahanan jenis yang terukur berada pada kisaran 0–8 Ωm, yang menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan di lokasi pengukuran tidak mengindikasikan keberadaan air tanah tawar produktif yang layak dieksploitasi untuk mendukung kebutuhan irigasi.
Meskipun hasil awal belum menunjukkan potensi air tanah yang memadai, kajian ini memberikan informasi penting sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air pertanian. Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif, diperlukan pengukuran geolistrik lanjutan pada desa-desa lain di Kecamatan Warureja dan Suradadi sehingga potensi sumber daya air alternatif dapat dipetakan secara lebih menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, BRMP Agroklimat terus berkomitmen mendukung pembangunan pertanian yang adaptif terhadap tantangan perubahan kondisi lingkungan dan infrastruktur, melalui penyediaan data, teknologi, serta rekomendasi teknis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian.